(streaming Gibel Fm) DENGARKAN Yuk

Get the Flash Player to hear this stream.

DIDUGA METEOR JATUH DI RUSIA

Masyarakat Ural, di Chelyabinsk, Rusia mendadak geger dengan terjadinya hujan meteor. Meteor-meteor yang jatuh ke bumi itu berbentuk puing-puing dan menghancurkan jendela-jendela rumah serta melukai puluhan penduduk lokal. Sejumlah orang dalam gedung meringkuk untuk melindungi diri. 

Dalam sebuah tayangan televisi, hujan meteor telah membuat lalu lintas di kota Urals pada Jumat pagi (15/2) terhenti. Kilat menyilaukan sambar-menyambar hingga menerangi langit biru. 

Sumber di departemen kesehatan melaporkan, sekitar 500 orang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Laporan kantor berita RIA Novosti menyebutkan, korban luka umumnya mengalami luka ringan akibat pecahan kaca. Sedangkan kementrian gawat darurat menyatakan sambungan telepon untuk sementara diputus 

"Sebuah meteorid hancur tepat di atas kota Urals, sebuah kawasan pegunungan di Rusia tengah. Sebagian dari meteor itu terbakar saat dilapisan terbawah atmosfir. Fragmen dari meteorid itu lalu turun hingga ke bumi, terjatuh dikawasan yang jarang penduduknya di kawasan Chelyabinsk," demikian dikatakan kementrian gawat darurat, Jumat (15/2). 

Hujan meteor yang terjadi secara mengejutkan itu, mendesak sejumlah sekolah diliburkan menyusul kaca-kaca jendela dari gedung-gedung pecah dan suhu di kawasan Rusia tengah yang naik mencapai 18 derajad celcius. 

Kawasan Chelyabinsk dikenal sebagai jantung industri Rusia. Disana banyak pabrik-pabrik yang sering mengeluarkan asap dan terdapat sejumlah fasilitas besar, diantaranya pusat energi nuklir dan tempat pembuangan libah atom Mayak. 

Rasatom, sebuah perusahaan energi nuklir milik Moskowa mengatakan, kegiatan operasional perusahaan itu tidak terpengaruh oleh hujan meteor. Semua aktifitas pada Jumat pagi dijalankan seperti biasa.

"Semua anak perusahaan milik Rasatom berlokasi di Urals, termasuk komplek Mayak. Semuanya berjalan normal," kata juru bicara Rasatom yang tidak mau ditulis namanya kepada kantor berita Interfax. 

Sementara itu, Kementrian Pertahanan Rusia mengaku sudah mengirimkan aparat keamanan ke lokasi kejadian, termasuk wilayah yang terkena imbas hujan meteor. Hujan meteor terjadi pukul 9 pagi, waktu Rusia, saat jam sibuk. 

Terus Dimonitor 
Pada bagian lain, NASA menyatakan pihaknya akan memonitor ketat peristiwa ini. Badan antariksa AS itu memperkirakan hujan meteor tersebut bersumber dari sebuah objek raksasa berdiameter 45 meter. Objek itu diyakini asteroid flyby of 2012 DA14 dan jatuh dengan kecepatan 27 ribu kilometer per jam diatas permukaan bumi, jarak terdekat. 

"Jarak ini sebetulnya cukup jauh dari bumi, termasuk stasiun luar angkasa internasional," kata NASA dalam situsnya, yang juga menekankan tidak ada yang perlu ditakuti dari peristiwa ini. 

Menurut para astronot, asteroid ini akan kembali terlihat di wilayah Eropa timur, Australia dan Asia. Flyby akan memberikan kesempatan berharga kepada para peneliti untuk memperlajari bumi sebagai objek dari jarak dekat. 

Sementara itu, Goldstone Solar System Radar yang berlokasi di Mojave Desert, California, mengaku siap menangkap gambar asteroid yang akan jatuh dalam beberapa hari kedepan untuk menghitung ukuran dan bentuk pasti asteroid tersebut. NASA memperkirakan, asteroid jenis 2012 DA 14 terbang merendah ke bumi rata-rata setiap 40 tahun sekali, namun sampai jatuh ke bumi setiap 1.200 tahun. uci/AFP

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Popular

Powered by Blogger.

Streaming dan Facebook

Selamat Datang di radio gibel fm 99.7 sumber informasi, hiburan dan pendidikan dapat didengar lewat streaming dan Facebook; email radiogibelfm@gmail.com

Gadgets

Tunggu Untuk Download Hingga DETIK

About us