(streaming Gibel Fm) DENGARKAN Yuk

Get the Flash Player to hear this stream.

Indonesia minta maaf soal bencana asap

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan permintaan maaf atas bencana asap dampak dari kebakaran hutan di Riau, Sumatera yang dirasakan hingga ke Singapura dan Malaysia.

“Saya selaku presiden Republik Indonesia meminta maaf dan meminta pengertian saudara saudara kami di Singapura dan Malaysia, tidak ada niat Indonesia atas apa yang terjadi ini,” kata Presiden Yudhoyono dalam konferensi pers di Istana Negara.
Yudhoyono juga mengklaim telah menginstruksikan kepada Badan Nasional Penganggulangan Bencana, BNPB untuk mengambil alih semua koordinasi upaya penanganan bencana asap yang sebelumnya hanya ditangani oleh Pemerintah Propinsi Riau.
Dia menyebut kondisi saat ini sebagai “situasi darurat.”
“Dan kami bertanggung jawab untuk terus mengatasi apa yang sedang kami laksanakan sekarang ini,” katanya.
Menurutnya Pemerintah Indonesia akan mengerahkan semua kemampuan dan sumber daya serta meminimalisir kendala dana untuk menghentikan kebakaran hutan yang  menyebabkan kabut asap hingga ke negara tetangga Indonesia.
“Jadi tidak boleh ada hambatan anggaran yang penting digunakan dengan baik dan akuntabilitas tinggi,” jelas Yudhoyono.
Dia juga merespon soal pernyataan sejumlah Menteri dalam kabinetnya yang sempat menyampaikan soal keterkaitan bencana asap karena aksi pembakaran lahan dan hutan di wilayah konsesi lahan milik perusahaan Singapura dan Malaysia.
Yudhoyono menegaskan agar pejabatnya berhati hati memberikan pernyataan.
“Kita berikan tugas ini kepada kepolisian dan penegak hukum untuk menginvestigasi,” tegasnya.
Dia mendukung jika nanti terbukti ada perusahaan asing atau perusahaan lokal yang terlibat maka harus dilakukan tindakan tegas sesuai dengan hukum di Indonesia.
BNPB menyebutkan pantauan satelit NOAA 18 menunjukan jumlah titik api meningkat baik di Riau menjadi 92 titik, yang sebagian besar berada di daerah Rokan Hilir dan Bengkalis.
 BNPB bekerjasama dengan BPPT dan BMKG masih terus melakukan upaya pemadaman melalui metode modifikasi cuaca dengan hujan buatan dan bom air. Pemerintah daerah Riau sendiri telah  memberlakukan status darurat bencana kabut asap selama 30 hari kedepan
.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Popular

Powered by Blogger.

Streaming dan Facebook

Selamat Datang di radio gibel fm 99.7 sumber informasi, hiburan dan pendidikan dapat didengar lewat streaming dan Facebook; email radiogibelfm@gmail.com

Gadgets

Tunggu Untuk Download Hingga DETIK

About us