(streaming Gibel Fm) DENGARKAN Yuk

Get the Flash Player to hear this stream.

Kompleks Candi Muaro Jambi

SENGETI-INFO997-Situs Purbakala Kompleks Percandian Muaro Jambi adalah sebuah kompleks  percandian agama Hindu - Budha  terluas di Indonesia yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu  Kompleks percandian ini terletak diKecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia  tepatnya di tepi Batanghari , sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambii. Koordinat Selatan 01* 28'32" Timur 103* 40'04". Candi tersebut diperkirakakn berasal dari abad ke 11 M. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatra. Dan sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs warisan Dunia
Kompleks percandian Muaro Jambi pertama kali dilaporkan pada tahun 1824 oleh seorangletnan Inggris bernama S.C. Crooke yang melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer. Baru tahun 1975, pemerintah Indonesia mulai melakukan pemugaranyang serius yang dipimpin R. Soekmono. Berdasarkan aksara Jawa Kuno[rujukan?] pada beberapa lempeng yang ditemukan, pakar epigrafi Boechari menyimpulkan peninggalan itu berkisar dari abad ke-9-12 Masehi. Di situs ini baru sembilan bangunan yang telah dipugar,[1]dan kesemuanya adalah bercorak Buddhisme. Kesembilan candi tersebut adalah Candi KotomahligaiKedatonGedong SatuGedong DuaGumpungTinggiTelago RajoKembar Batu, dan Candi Astano.

Dari sekian banyaknya penemuan yang ada, Junus Satrio Atmodjo menyimpulkan daerah itu dulu banyak dihuni dan menjadi tempat bertemu berbagai budaya. Ada manik-manik yang berasal dari PersiaChina, dan India. Agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas dengan diketemukannya lempeng-lempeng bertuliskan "wajra" pada beberapa candi yang membentuk mandala.

Kompleks percandian Muaro Jambi terletak pada tanggul alam kuno Sungai Batanghari. Situs ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Situs ini berisi 61 candi yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas (diokupasi).[1] Dalam kompleks percandian ini terdapat pula beberapa bangunan berpengaruh agama Hindu.
Di dalam kompleks tersebut tidak hanya terdapat candi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penammpungan air serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno. Dalam kompleks tersebut minimal terdapat 85 buah menapo yang saat ini masih dimiliki oleh penduduk setempat. Selain tinggalan yang berupa bangunan, dalam kompleks tersebut juga ditemukan arca prajnaparamitadwarapala,gajahsimhaumpak batulumpang/lesung batuGong perunggu dengan tulisan CinamantraBuddhis yang ditulis pada kertas emaskeramik asing, tembikarbelanga besar dari perunggu, mata uang Cina, manik-manikbata-bata bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta fragmen besi dan perunggu. Selain candi pada kompleks tersebut juga ditemukan gundukan tanah (gunung kecil) yang juga buatan manusia. Oleh masyarakat setempat gunung kecil tersebut disebut sebagai Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak.

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Popular

Powered by Blogger.

Streaming dan Facebook

Selamat Datang di radio gibel fm 99.7 sumber informasi, hiburan dan pendidikan dapat didengar lewat streaming dan Facebook; email radiogibelfm@gmail.com

Gadgets

Tunggu Untuk Download Hingga DETIK

About us